DPP FBBI Sumbangkan 400 Judul Buku ke SD Negeri 106149 Bulu Cina Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang

DELISERDANG,SUMUT, BatakIndonesia.com — Dewan Pimpinan Pusat Forum Bangso Batak Indonesia (DPP FBBI) menyumbangkan sekitar 400 judul buku ke SD Negeri 106149, Desa Bulu Cina, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara. Turut hadir Ketua Umum DPP FBBI Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM, diwakili Sekretaris Eksekutif DPP FBBI Dr (C) Liber Simbolon, M.Kom, dan perantau asal Jakarta, Rahmat Samosir, Leskan Simarmata dan Toni Limbong (DPD FBBI DKI Jakarta). Mereka disambut Kepala Sekolah SD Negeri 106149, Daman, SPd bersama guru-guru, orangtua murid, pengawas sekolah, dan masyarakat sekitarnya, Sabtu (11/11/2017).

Sambutan Ketua Umum DPP FBBI, Dr. Ronsen Pasaribu, SH, MM, disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif DPP FBBI Dr. (C) Liber Simbolon, M.Kom. DPP dan DPD FBBI terlibat aktif dalam membantu masyarakat Batak baik berupa bantuan buku, pelatihan masyarakat (perhotelan, kesehatan, peternakan, pertanian), pemeliharaan dan pemberdayaan Seni Budaya Batak dan bantuan hukum.

“Peranan Organisasi Forum Bangso Batak Indonesia adalah menjembatani masyarakat Batak baik di perantau dan Kampung Halaman (Bonapasogit) agar terkoneksi dan terjalin silahturahmi dengan maksud untuk saling membantu dan memberi masukan kontribusi sekecil apapun untuk pembangunan masyarakat Batak demi kesejahteraan bersama,” ujar Liber Simbolon.

Perantau asal Desa Bulu Cina, Rahmat Samosir, Dosen Fakultas Teknik Mesin UKI mengatakan pembangunan fisik dan sumber daya manusia harus terarah dan tidak boleh ada imitasi atau abu-abu. Masyarakat harus bergotong royong dan tidak boleh menempatkan ego yang sempit untuk pemberdayaan desa agar ada pembangunan baik fisik maupun pendidikan. Misalnya, jika ada anak yang kurang mampu orangtuanya namun punya prestasi, jika tidak diberdayakan oleh pemerintah daerah, kami perantau akan siap menjadi orangtua asuh untuk membiayai anak tersebut hingga sekolah tinggi dengan syarat harus kerja keras dan punya kemauan belajar agar sukses.

“Para perantau sudah sepakat kalau ada yang kurang mampu secara finansial dan tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah, yang bersangkutan harus dibantu bersama-sama dengan syarat dan ketentuan bersama,” ujar Rahmat Samosir.

Toni Limbong menyampaikan perlunya keterbukaan masyarakat akan pembangunan dan kerja bersama untuk menjalin komunikasi antara masyarakat dan pemerintahan daerah.
“Sebagai putra daerah di perantauan, terkadang kita kumpul dan diskusi bersama agar adanya kontrol bersama terhadap daerah kampung halaman bisa maju. Kita masyarakat harus terbuka dan berdiskusi menyikapi pembangunan agar berkembang. Inilah bentuk pengabdian dan keprihatinan kita bersama agar masyarakat hidup sejahtera,” kata Toni Limbong yang juga Pimpinan Jaya Pos Grup di Jakarta.

Sementara Leston Simarmata, Guru SMA Negeri 14 Jakarta, menyampaikan pendidikan adalah kunci keberhasilan dan perlu tingkat disiplin yang tinggi. “Kalau ingin berhasil, pendidikan harus betul-betul ditempuh, kerja keras dan berdaya disiplin tinggi. Misalnya, anak-anak kita ingin kuliah atau berwirausaha harus konsisten, penuh komitmen atau serius dan tidak boleh bermalas-malas” ujar Leston Simarmata sembari mengingatkan karena keuletanlah makanya kita bisa bersaing di Jakarta.

Diceritakan warga Bulu Cina, bahwa pembangunan Gereja, Sekolah dan Fasilitas Umum di Desa Bulu Cina ini adalah nyata-nyata adalah perjuangan dan sebagian hibah dari almarhum M. Limbong dan tokoh-tokoh Desa Bulu Cina agar masyarakat cerdas dan tidak buta huruf.

Pembangunan jalan masih belum terlihat jelas khususnya di sektor 7 Desa Bulu Cina dan malah mengalami kemunduran kalau dibanding saat tahun 70-an dan jika dibandingkan dengan desa tetangga yakni Desa Kota Rantang. Atas keprihatinan Perantau asal Dusun/sektor 7, Desa Bulu Cina berpenduduk sekitar 400an KK ini. Para perantau ingin adanya pembangunan Jalan Hotmix meski harus melalui berbagai rintangan dan ribetnya pengurusan atas ketertinggalan pembangunan, dan seiring dengan kesempatan pembagian buku oleh DPP FBBI serta kesempatan berdiskusi bersama antara perantau dan masyarakat menimbulkan harapan dan semangat baru.

Tampak terlihat jelas ibarat gayung bersambut saat diskusi para perantau diwakili Rahmat Samosir, Leskan Simarmata, Toni Limbong dan masyarakat, dengan harapan agar terealisasi pembangunan. Masyarakat harus terbuka dan berkomunikasi aktif dengan lintas sektoral pemerintah daerah dan para perantau, sehingga hal tersebut akan segera terealisasi dan berkesinambungan untuk kepentingan dan majunya Desa Bulu Cina.

Diakhir acara Kepala Sekolah SD Bulu Cina, Dasman, SPd menyampaikan rasa terharu dan terima kasih banyak atas partisipasi DPP FBBI atas sumbangan 400 judul buku serta inisiatif baik para perantau Desa Bulu Cina, Hamparan Perak Deli Serdang. (DS)

Penulis : DR. (C) LIBER SIMBOLON, M.KOM

BACA JUGA:   Ekonomi Kreatif Kaum Perempuan Batak

Batak Indonesia (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G+ (0)