Empat Isu yang Musti Diperhatikan Generasi Muda Batak

Kalangan generasi muda Borsak Sirumonggur Sihombing Lumbantoruan se-Jabodetabek dalam perayaan Natal yang dilaksanakan di Gedung Kampus IBN Jakarta Timur, Minggu (17/12). Di depan duduk para tokoh dan tetua, dari kiri ke kanan, Momento Maruarar Sihombing, Hitler Lumbantoruan, Ir Elisa Lumbantoruan, Djalan Sihombing SH, dan Peris Lumbantoruan.

BatakIndonesia.com, Jakarta. Ada empat isu yang musti diperhatikan naposo (generasi muda) Batak pada saat ini menyikapi perubahan dan tantangan zaman, yaitu kompetensi SDM, penyalahgunaan narkoba, penggunaan medsos, dan manajemen waktu. Apabila keempat hal tersebut dipahami dan mampu diantisipasi, maka naposo akan berguna bagi diri sendiri, berguna bagi orang lain, dan menjadi kemuliaan bagi Tuhan.

Demikian disampaikan Djalan Sihombing, SH dalam kata sambutannya mewakili orangtua pada Perayaan Natal Naposo Borsak Sirumonggur Sihombing Lumbantoruan se-Jabodetabek yang dilaksanakan di Gedung Kampus IBN Jakarta Timur, Minggu (17/12).

Mempersiapkan SDM dalam era globalisasi yang semakin pesat membutuhkan kesiapan bersaing. “Tantangan era globalisasi sudah berada di antara kita. Kita harus mempersiapkan diri, paling tidak sejajar atau menjadi pemenang dalam kompetisi di dunia yang semakin terbuka,” katanya.

Menurut Ketua Komisi Hukum DPP PIKI (Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia) dan Sekjen DPP FBBI (Forum Bangso Batak Indonesia) ini, caranya adalah pengembangan SDM dengan pendidikan dan pengembangan karakter dengan menguasai knowledge (ilmu pengetahuan),  skill (keterampilan) dan attitude (sikap, motivasi, nilai-nilai pribadi, serta tingkah laku).

Knowledge, skill, dan attitude, adalah tiga kompetensi yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Ketiga hal tersebut penting perannya dalam melaksanakan pekerjaan dan kegiatan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa di antara ketiga komponen tersebut membutuhkan keseimbangan. Pengetahuan  harus disertai dengan  skill serta sikap dan karakter yang baik. Hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan tidaklah cukup. Seseorang yang berada di dunia usaha atau dunia kerja tentu juga harus memiliki kejujuran, bertanggung jawab, menepati janji, disiplin, taat hukum. suka membantu, komitmen dan menghormati, serta mengejar prestasi.

BACA JUGA:   Golkar dan NasDem Resmi Dukung Edy Rahmayadi pada Pilgubsu 2018

“Ketidakseimbangan antara knowledge, skill, dan attitude yang dimiliki oleh sumber daya dapat menghambat kemajuan diri dan instansi atau perusahaan di mana kita bekerja,” sebutnya.

Salah satu kejahatan luar biasa yang mutlak dihindari adalah  penyalahgunaan narkoba. Narkoba, katanya, juga berkaitan dengan  HIV/AIDS.  Pemakai narkoba menjadi tidak berguna untuk dirinya sendiri, untuk orang lain.

“Orang yang ketergantungan kepada narkoba menjadi beban keluarga, beban masyarakat. Tidak mempunyai harapan ke depan, karena mengurus dirinya sendiri tidak bisa lagi, apalagi mengurus orang lain. Bila sudah ketergantungan narkoba, maka hidup akan sia-sia dan menjadi sampah masyarakat,” kata Djalan.

Dia juga mengajak naposo untuk menggunakan medsos dengan baik dan bijak. “Jangan memberitakan yang tidak benar.  Jangan suka mengeluh melalui medsos, karena karaktermu yang sebenarnya terbaca di medsos. Rekam jejakmu bisa dilihat dari medsos yang digunakan selama ini. Jaga etika dan sopan santun. Ketika sudah masuk ke ruang publik, sudah susah bagi kita untuk minta maaf, atas kesalahan yang kita buat di medsos,” katanya.

“Pada suatu waktu kelak, bisa saja medsosmu menjadi referensi untuk bisa diterima di perusahaan, bahkan dipakai sebagai dasar untuk penilaian menjadi pemimpin bangsa ke depan. Hati-hatilah menggunakan medsos. Ikuti undang-undang dan aturan yang berkaitan dengan medsos. Jangan cengeng di medsos,” tambah Djalan.

“Waktu berjalan terus menerus. Pemilik waktu adalah Tuhan Sang Pencipta semesta. Karena kita tidak bisa kembali ke masa lalu, maka pergunakan waktumu sebaik mungkin. Kemarin adalah sejarah, hari ini kenyataan, besok adalah misteri yang tidak kita tahu. Waktu adalah berkat Tuhan. Saya kurang setuju dengan time is money, karena segala sesuatunya dihitung dengan uang. Itu sangat materialis. Kesempatan yang ada tidak bisa diulang,” tutupnya (Red)

BACA JUGA:   Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus Sah Ikut Pilkada Sumut

Batak Indonesia (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G+ (0)