Golkar dan NasDem Resmi Dukung Edy Rahmayadi pada Pilgubsu 2018

KOALISI BESAR TERDIRI DARI 5 PARTAI DAN 50 KURSI.

PETAHANA TENGKU ERRY NURYADI GAGAL MAJU.

BatakIndonesia.com – Medan. Peta politik sangat dinamis dan sewaktu-waktu bisa berubah. Itulah yang terjadi jelang Pilkada Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018. Secara mengejutkan Partai Golkar dan Partai NasDem menarik dukungannya dari Tengku Erry Nuryadi. Kedua partai tersebut mengalihkan dukungannya ke Edy Rahmayadi yang berpasangan dengan Musa Rajekshah (Ijeck).

Mantan Pangkostrad yang juga Ketua Umum PSSI, itu kini diusung 5 partai besar dengan koalisi besar sebanyak 50 kursi, terdiri dari Partai Gerindra (13 kursi), PKS (9 kursi), PAN (6 kursi), Golkar (17), dan NasDem (5).

Yang pertama sekali menarik dukungan adalah Golkar pada Kamis (4/1) kemudian NasDem pada Jumat (5/1). Gelagat NasDem meninggalkan Tengku Erry sudah kelihatan karena koalisi pendukung sang petahana tinggal NasDem dan PPP yang memiliki 4 kursi, sehingga tidak memenuhi syarat minimum dukungan 20 kursi.

Golkar punya alasan kenapa berpaling ke Edy seperti diungkapkan politisi Golkar Nusron Wahid di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (5/1). Pertama adalah faktor figur dan kedua, faktor historis dan kedekatan.

“Kita memang dari awal membangun komunikasi lama dengan Pak Edy Rahmayadi. Lama dan kebetulan kita mencari sosok figur yang cocok untuk masyarakat Sumut,” kata Nusron.

Menurut Nusron, masyarakat Sumut butuh sosok yang punya kepemimpinan kuat, dan itu cocok dengan sosok Edy. Juga ada alasan historis. “Pak Edi Rahmayadi punya hubungan yang historikal dengan Partai Golkar,” jelasnya, sebagaimana dikuti dari detiknews.

Menurut Nusron, perubahan dukungan ini merupakan hal biasa. Bahkan Nasdem, yang merupakan partai tempat Tengku Erry bernaung, juga mengubah dukungan. “Tidak ada gejolak. Nasdem saja, yang ketuanya Tengku Erry, akan dukung kita,” ujar Nusron.

BACA JUGA:   Saya Pemuda Indonesia, Saya Pancasila, Saya Benci Narkoba, NKRI Harga Mati

Penyerahan dukungan NasDem dilangsungkan di kantor DPP Nasdem. Uniknya, yang menyerahkan dukungan ialah Ketua DPW NasDem Sumatera Utara sekaligus petahana, Tengku Erry.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem , Johnny G Plate, kepada Kompas.com, Jumat (5/1) mengatakan, perkembangan politik yang dinamis di Sumut jadi alasan pihaknya mengalihkan dukungan kepada Edy-Ijeck. Meski pihaknya tidak meragukan elektabilitas Erry.

“Elektabilitasnya (Erry) sebagai gubernur pasti ada di sana, tetapi proses politik di tingkat daerah dan nasional itu berkembang sangat dinamis,” ujar Johnny.

“Setelah melihat semuanya bersama-sama dengan DPW, bersama-sama Pak Tengku Erry, kami mengambil keputusan untuk memberikan dukungan kepada pasangan Edy sama Ijeck. Itu keputusan kita dengan pertimbangan politik yang rasional,” tambah dia.

“Pada akhirnya, demi kepentingan kepala daerah, demi kepentingan rakyat dan masyarakat Sumatera Utara dan sekaligus kepentingan bangsa dan negara, NasDem mendukung paket ini,” ujar Johnny, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com.

Edy mengaku bersyukur telah didukung NasDem, sehingga menambah kekuatan dalam memenangkan Pilgub Sumatera Utara 2018.

“Lima partai sekarang yang mengusung kami, partai yang sangat kuat sekali, partai-partai yang hebat, saya berjuang bersama-sama menjadikan Sumatera Utara lebih baik, lebih bermatabat dan lebih paten,” ucap Edy.

MENGERUCUT

Peserta Pilgubsu semakin mengerucut ke 3 pasangan yaitu Edy – Ijeck, Djarot Saiful Hidayat (belum mewartakan pasangan wakil), dan JR Saragih – Ance Seilan. Pasangan JR – Ance sebelumnya sudah mendapat dukungan dari Demokrat (14 kursi) ditambah PKPI dan PKB (masing-masing 3 kursi). Tinggal PPP yang memiliki 4 kursi yang belum menentukan ke koalisi mana akan merapat.

Hingga sejauh ini baru pasangan Edy – Ijeck yang sudah resmi mendapat dukungan dari partai dan sudah mendeklarasikan diri. Sementara Djarot, yang mendapat dukungan PDIP (16 kursi) masih menanti dukungan resmi dari Hanura (10 kursi). Siapa pasangan mantan Gubernur DKI, itu masih tanda tanya, antara Nurhajizah Marpaung atau Sihar Sitorus.

BACA JUGA:   FBBI Apresiasi Undangan Gubernur Sumsel kepada Masyarakat Batak Jelang Asian Games dan Tahun Politik 2018

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa peta politik sangat dinamis dan sewaktu-waktu bisa berubah. Masyarakat Sumut masih menunggu-nunggu dan berspekulasi terhadap apa yang akan terjadi jelang pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur Pilgubsu yang akan dilaksanakan 8 hingga 10 Januari. (Robert Zarumintang P)

Batak Indonesia (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G+ (0)