HUT Ke-4 FBBI: Di mana Ada Kemauan di Situ Ada Jalan

HUT ke-4

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Genap hari ini HUT Ke-4 FBBI, Sabtu (12/5/2018), Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) berusia 4 tahun setelah 5 tahun berdiri. Di masa-masa perjalanannya, organisasi ini sempat mengalami stagnansi. Syukur pada 4 tahun terakhir ini, FBBI mampu bangkit kembali. Sebagaimana pepatah lama mengatakan: Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Demikian ungkap Dr Ronsen Pasaribu, Ketua Umum FBBI.

Ada yang melatarbelakangi terbentuknya FBBI ini dari beberapa teman yang peduli pada bonapasogit (kampung halaman). Mereka merasakan keresahan dan ketepurukan bonapasogit jika kita melihat dari fasilitas pembangunan, infrastruktur, pembedayaan masyarakat, pertanian, perdagangan, pendidikan, income per capita, partisipasi masyarakat desa dalam pembangunan, indeks kepuasan masyarakat maupun indeks kemajuan lainnya.

Inilah yang menjadi cikal-bakal terbentuknya FBBI. Melalui lembaga sosial kemasyarakat ini diharapkan lahir pemikiran-pemikiran yang mampu menggerakkan kondisi keterpurukan itu menjadi lebih maju, lebih cair dan lebih modern, namun tetap dalam koridor mempertahankan karaker lokalnya. Karakter lokal yang berwujud kebudayaan lokal adalah harta yang mahal, sebab sebagai nilai harmoni yang dilahirkan, diterima dan dipandang satu cara terbaik mengatur peri kehidupan sosial budayanya.

Tahun demi tahun kita lalui, tetapi kita harus akui, langkah tegap di awal terasa semakin menurunnya tingkat partisipasi anggota untuk memberikan waktu dan perhatian kepada lembaga sosial ini. Tentu, banyak hal yang melatarbelakangi, waktu dan dana. Dua faktor itu melekat sebagai faktor dominan yang jika tidak disikapi dengan tepat maka bukan tidak mungkin bisa terpuruk juga. Sementara, tantangan mendera, tetapi  kami masih melihat satu faktor yang bisa diharapkan bisa didorong terus, yaitu: semangat kemauan untuk maju.

Jika semangat untuk maju masih ada, maka di situ ada jalan untuk menunjukkan jati dirinya sebagai lembaga yang small is beautiful, motto lembaga FBBI sejak awal. FBBI tidak pernah menempatkan diri sebagai lembaga yang digdaya sebagai strategi perjuangannya. Namun sebagai lembaga yang kecil, diisi oleh mereka yang peduli ibarat lilin di ketemaramannya malam.

Diurut dari Peresmian FBBI tanggal 10 Mei 2014 lalu, artinya 4 tahun sudah kita berjalan walau kadang tertatih-tatih. Tetapi kurang lebih satu tahun sebelumnya sudah berjalan, sehingga nyata sudah 5 Tahun. Keberhasilan meluaskan kepengurusan di Propinsi dan Kabupaten Kota, sebagai suatu prestasi.

Kita perlu memelihara kegiatan selanjutnya yang penting. Banyak sekali kegiatan yang sudah ditorehkan. Balai Pustaka di 8 wilayah, pelatihan perhotelan di Samosir yang pertama di seluruh Lembaga Sosial dalam menyongosng BODT kerjasama dengan Kementerian Parawisata RI, Focus Group Discussion Bulanan dengan banyak topik atau isu strategis sudah diangkat dan disebar ke tengah masyarakat, malam seni budaya, Kantor Pusat yang dikontrak dua tahun, berakhir September 2018, Rekaman MANGGARAR UTANG yang sedang proses, dan bantuan Hukum melalui media cetak maupun di tengah masyarakat walau masih terbatas, Pemberantasan Narkoba Melalui FOKAN, kerjasama dengan YPDT di bidang Lingkunan Hidup, Koordinasi dengan Bupati di Bonapasogit Taput, Tapsel, Tobasa, Samosir dan sebagainya.

Dari perspektif gagasan dan capaiannya harus dikatakan bahwa luar biasa apa yang dilaksankaan oleh FBBI, soal ada kendala baik teknis serta topangan dana, kami akui.

Berkaca dari keterbatasan itu, kemarin di Kantor Pusat FBBI, beberapa orang yang menyempatkan hadir untuk memperingatinya dengan sangat sederhana melakukan perbincangan tentang masa depan FBBI ini. Ada tiga hal yang disimpulkan dari perbicangan itu, yang ketiganya sebagai wujud kemauan kuat dari DPP FBBI ke depan, yaitu Pertama Lakukan sesuatu untuk Menghidupkan On Line FBBI yaitu website Batak Indonesia dengan Facebook (FB) pendukung seperti FBBI Comunity, Gerbang FBBI dan FB di tiap wilayah. Kedua, sukseskan Program Rekaman MANGGARAR UTANG (ke bonapasogit) yang saat ini sudah tahap pengisian musik dan dilanjutkan ke editing video, ketiga Aktifkan Pertemuan Bulanan yang diisi FGD dan Arisan. Ketiga itulah yang menjadi “jalan” untuk meneruskan kemauan kita guna mewujudkan bergeraknya roda Organisasi Lembaga Sosial kemasyarakatan ini tentu sambil berdoa dan berusaha agar boleh berjalan dengan baik.

Selamat Ulang Tahun ke 4, FBBI, Jayalah Bonapasogitku, Jayalah Bangsaku Indonesia. Gelorakan semangatmu, karena jalan selalu ada demi kemajuan Bonapasogit kita.

Oleh: Ronsen Pasaribu (Ketum FBBI)
Editor: Boy Tonggor Siahaan

BACA JUGA:   O Hakim, Dengarlah Jeritan Ibu Kami

Batak Indonesia (1)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G+ (1)