Mensinergikan Kemauan Orangtua dengan Anak di Era Milenial

Suasana FGD FBBI di Jakarta, Selasa (30/1/2018). Dipandu Arta Peto Sinamo (kedua dari kanan).

Arta Peto Sinamo

BatakIndonesia.com, Jakarta– Perkembangan zaman dengan segala perubahannya kerap menimbulkan masalah bagi relasi orangtua dengan anak. Disharmoni terletak pada kemauan yang berbeda-beda. Orangtua dianggap posesif dan mendikte sementara di pihak lain anak dianggap susah diatur dan ingin maunya sendiri.

“Kemauan yang berbeda itu musti disinergikan agar relasi orangtua dengan anak berjalan dengan baik dan orangtua bisa bertumbuh bersama anak-anak,” kata Dra Arta Peto Sinamo, DipEd, MA in Ed saat memandu FGD (Focus Group Discussion) oleh Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) di Kantor DPP FBBI Jalan Ahmad Yani By Pass No 2 Jakarta Timur, Selasa (30/1/2018). FGD tersebut diberi judul, “Mensinergikan Kemauan Orangtua dengan Anak di Era Milenial.”

Arta Sinamo, seorang guru yang juga Ketua Bidang Kebijakan, Litbang, dan Pemberdayaan Masyarakat FBBI melibatkan seluruh peserta diskusi secara partisipatif untuk menyampaikan pendapat berdasarkan pengalaman masing-masing; ada yang mewakili orangtua dan sebagian lainnya mewakili anak.

Pada umumnya orangtua mengharapkan anaknya hidup lebih baik melebihi orangtua baik di bidang pendidikan dan pekerjaan. Anak dituntut belajar sungguh-sungguh, mendengar nasehat dan hormat kepada orangtua, serta turut bertanggungjawab menjaga nama baik keluarga dan dekat dengan seluruh anggota keluarga. Tak kalah penting anak juga diharapkan paham dan tertarik dengan adat istiadat.

Kemauan anak sendiri beragam. Mereka ingin aturan yang longgar dan menyenangkan, fasilitas yang cukup, serta memahami gaya hidup mereka sebagai produk era milenial menikmati kemajuan teknologi informasi sebebas mungkin. Anak cenderung tidak suka didikte namun diberikan ruang gerak untuk mandiri dan berkreativitas sesuai minat dan kemampuan.

BACA JUGA:   Golkar dan NasDem Resmi Dukung Edy Rahmayadi pada Pilgubsu 2018

Perbedaan kemauan ini adalah keniscayaan karena orangtua dengan anak sudah beda zaman. “Orangtua pada umumnya lahir dan besar pada zaman yang tingkat kemajuan teknologinya tidak segencar era milenial sekarang. Beda zaman menimbulkan beda minat dan harapan, beda prioritas dan beda orientasi hidup di kalangan anak-anak,” tukas Arta Sinamo.

Arta Sinamo menekankan pendekatan yang lebih luwes dari orangtua. Dalam hal ini, orangtua dituntut agar lebih proaktif dengan menyadari bahwa perubahan zaman membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Caranya, merubah pendekatan ke arah yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga anak tidak kehilangan arah sebagimana yang diharapkan orangtua.

“Anak mesti dijadikan sahabat, mau bertanya, terbuka, dan membuka kesempatan kepada anak membangun sebagai tim. Orangtua jangan gengsi atau jaim. Lebih dari itu, orangtua harus mampu menjadikan dirinya contoh dan teladan kepada anak-anaknya,” kata Arta Sinamo.

Pada kesempatan itu Arta Sinamo menyinggung pesatnya perkembangan teknologi yang telah memasuki tahap generasi kelima. “Teknologi kini mampu menciptakan artificial inttelligence atau kecerdasan artifisial yang berpeluang mengambil alih pekerjaan manusia di masa mendatang. Di sinilah pentingnya peran orangtua agar anak-anaknya tidak galau menghadapi masa depan. Mereka butuh pola asuh dan kasih sayang yang konsisten,” tandasnya.

FGD FBBI dilaksanakan rutin berkala minimal sekali dalam sebulan. Temanya beragam mulai dari pendidikan, pariwisata, pembangunan kualitas SDM, seni budaya, dan ekonomi kreatif. “Di samping aksi nyata membangun Bona Pasogit, FGD oleh FBBI tujuannya adalah menghimpun pemikiran untuk kemajuan Bangso Batak sekarang dan ke masa depan,” kata Ketua Umum DPP FBBI Dr Ronsen Pasaribu SH MM.

“Semoga hasil diskusi ini banyak manfaatnya bagi orangtua dan anak di era milenial sehingga anak-anak sukses sesuai keinginan dan harapan orangtua di bidang masing-masing,” tutupnya. (Antoni Antra Pardosi)

BACA JUGA:   Sikap FBBI Atas BOM Surabaya

Batak Indonesia (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G+ (0)