Perayaan Natal Unik di Dunia Hanya Ada di Siborongborong

SIBORONGBORONG, BatakIndonesia.com —Kota Siborongborong makin dikenal banyak orang bukan hanya kota itu dekat dengan Bandara Internasional Silangit, tetapi juga ada sesuatu yang unik saat Perayaan Natal di kota kecil ini. Apakah itu?

Ya, rupanya ada Perayaan Natal yang unik di Siborongborong. “Inilah perayaan Natal unik satu-satunya terjadi di dunia hanya di Siborongborong,” ungkap Edward Tigor Siahaan. Hal tersebut disampaikan Edward Tigor Siahaan selaku Ketua Panitia 15 Menit Kidung Natal saat membuka Acara 15 Kidung Natal di Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada Senin (25/12/2017).

“Cobalah Saudara cari di Google, apakah ada suatu tempat di mana jalan ditutup dan listrik dipadamkan, dan masyarakat turun ke jalan menuju tempat Perayaan Natal untuk mengingat kelahiran Kristus?” ujar Tigor yang juga Pengurus Yayasan Pencionta Danau Toba (YPDT) Perrwakilan Tapanuli Utara.

Perayaan Natal dengan ikon 15 Menit Kidung Natal ini adalah unik dan fenomenal karena selain adanya pemadaman listrik selama 15 menit dan penutupan jalan utama di Siborongborong, juga acara tersebut dimeriahkan dan dihadiri masyarakat setempat. Masyarakat tumpah ruah ke jalan-jalan dan memadati lokasi penyelenggaraan 15 Menit Kidung Natal di Pasar Siborongborong.

Sebelum Acara 15 Menit Kidung Natal dilaksanakan, Edward Tigor Siahaan membukannya dengan kata sambutan dari Panitia Penyelenggara. Edward menyampaikan bahwa tujuan dislenggarakannya 15 Kidung Natal adalah:

  1. Perayaan ini adalah perayaan Natal yang unik dan kreatif.
  2. Warga Siborongborong yang hadir merayakan Natal ini mengekspresikan sukacitanya sebagai bentuk ucapan syukur atas kelahiran Yesus Kristus di Bumi.
  3. Menyemarakkan dan mendukung pariwisata di Danau Toba, khsusnya di Kabupaten Tapanuli Utara.

Acara 15 Kidung Natal ini terselenggarakan berkat dukungan dan gotong-royong masyarakat. Masyarakat Siborongborong, pemerintahan setempat (Kecamatan, Kelurahan, Kabupaten, dan PLN Cabang Siborongborong), Kepolisian Sektor Siborongborong dengan dibantu Koramil Siborongborong, para pengusaha, para seniman, dan ormas-ormas memiliki andil dan peran dalam menugusahakan dan mengupayakan tenaga, dana, dan telenta, sehingga jadilah Acara ini dikemas menjadi 15 Menit Kidung Natal.

BACA JUGA:   Mensinergikan Kemauan Orangtua dengan Anak di Era Milenial

Tibalah detik-detik 15 Menit Kidung Natal dimulai. Pendeta Daniel Sitorus Pane, Ketua Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Wilayah Siborongborong, membacakan kisah Kelahiran Yesus Kristus, Sang Juruselamat Dunia yang lahir di Betlehem. Setelah itu, tepat pukul 21.00 WIB, semua lampu di Kota Siborongborong dan sekitarnya padam selama 15 menit. Di saat itu, Prosesi penyalaan lilin dimulai. Pendeta menyakan lilin dan membagikannya kepada para hadirin serta estafet kepada seluruh masyarakat yang hadir menyemarakkan acara ini. Terdengar lantang suara anak-anak menyanyikan Kidung Natal, Sonangni, Borngin na i (Malam Kudus dalam versi Bahasa Batak). Masyarakat pun larut dalam Kidung Natal tersebut dan bersamaan itu loncng dibunyikan dengan syahdu.

“Saya tidak menyangka bahwa inilah Natal terindah yang pernah saya alami,” kata seorang ibu tua yang meneteskan air matanya karena terharu.

Alunan Kidung Natal bergema yang diiringi dentuman lonceng dan gerimis kecil menambah sukacita Natal lahir di Siborongborong. Mungkinkah Kota Siborongborong menjadi inisiator “Kota Berkat di Atas Bukit”? Ungkapan “Kota Berkat di Atas Bukit” seringkali dikumandangkan Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Maruap Siahaan, yang sekaligus visi YPDT ke depan.

Masyarakat Siborongboronglah yang menjawab tantangan tersebut, “Kota Berkat di Atas Bukit”. Disadari atau tidak, Siborongborong bakal menjadi pusat kota di mana Bandara Silangit menjadi pintu gerbang memasuki Kawasan Danau Toba dari berbagai penjuru mata angin.

Hadir dalam Perayaan Natal 15 Menit Kidung Natal di antaranya: Pdt Daniel Sitorus Pane (Ketua BKAG) beserta para pendeta lain, Pdt David Farel Sibuea, MTh (Sekretaris Jenderal HKBP), Nikson Nababan dan nyoya (Bupati Tapanuli Utara), Dandim Siborongborong beserta aparat Koramil, Siasep Manalu (Camat Siborongborong), Maruap Siahaan beserta rombongan Panitia Gerakan Cinta Danau Toba (GCDT) 3 dan YPDT, Kepala-kepala Dinas Kab. Tapanuli Utara, Staf dan petugas PLN, M. Sihombing (Kapolsek Siborongborong) beserta aparat polisi pengamanan dan keamanan, Edward Tigor Siahaan (YPDT Perwakilan Tapanuli Utara) beserta para panitia, Gerakan Anak Siborongborong (GRASI), Lembaga kursus Bahasa Inggris Let’s Speak English (LSE), Daun Emas, para donatur, dan masyarakat Siborongborong.

BACA JUGA:   Sikap FBBI Atas BOM Surabaya

Perayaan Natal 15 Menit Kidung Natal ini merupakan bagian dari rangkaian Kegiatan GCDT 3 yang dipelopori YPDT. (BTS)

Batak Indonesia (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G+ (0)