Selamat Jalan Sang Pemilik “Gereja Tua”

Gereja Tua

JAKARTA, Batak Indonesia.com — Gereja Tua, Terlambat Sudah, Tak ‘Ku Sangka, dan Pilu adalah beberapa judul lagu penyanyi bersuara khas Benny Panjaitan atau lebih populer Benny Panbers. Ya, Panbers atau Panjaitan Bersaudara.

Selama puluhan tahun Panbers meramaikan panggung musik Indonesia. Anak-anak muda di era 1980-an sangat menggandrungi lagu-lagu Panbers.

Benny Panjaitan di usianya yang ke 70 tahun dipanggil Sang Pemberi talenta setelah ia berjuang melawan penyakit yang dideritanya semenjak 2010.

 

Gereja Tua

Saya yakin kepergian beliau tidak hanya membuat saya pribadi yang bersedih, namun semua pencinta musik tanah air pasti merasa kehilangan akan sosok Benny yang romantis dan selalu tampil energik. Atas nama pribadi sebagai sesama pelaku industri musik (seniman), saya mengucapkan turut berdukacita yang terdalam atas kepergian beliau. Namun, karyamu akan tetap terpatri di dalam hati penggemarmu. SELAMAT JALAN SANG PEMILIK “GEREJA TUA”. Selamat jalan Sang legenda.

Penulis: Feber Manalu

 

Album PANBERS yang legendaris (YouTube):

 

Info Tambahan dari kompas.com:

Musisi legendaris Benny Pandjaitan (70) dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (24/10/2017). Hal itu ditegaskan oleh anak Benny, Roesland Panjaitan. Sang legenda musik Indonesia berdarah Batak meninggal jam 09.50 WIB karena sakit stroke yang sudah lama dideritanya.

Benny Panjaitan dikenal sebagai anggota Panjaitan Bersaudara (Panbers), satu nama kelompok pemusik yang merupakan singkatan dari Pandjaitan Bersaudara.

Kelompok musik ini didirikan pada 1969 di Surabaya, terdiri dari empat orang kakak beradik kandung putra-putra dari Drs JMM Pandjaitan SH (alm) dengan Bosani SO Sitompul. Mereka adalah Hans Panjaitan pada lead guitar, Benny Panjaitan sebagai vokalis dan rhythm guitar, Doan Panjaitan pada bas dan keyboard, serta Asido Panjaitan pada drum.

BACA JUGA:   Polemik Etnisitas antara Batak dan Mandailing

Dalam perkembangannya formasi band ini berubah dan bertambah sejak tahun 1990-an dengan kehadiran Maxi Pandelaki sebagai bassist, Hans Noya sebagai lead guitar, dan Hendri Lamiri pada biola.

Batak Indonesia (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G+ (0)