Sertifikat IG Kopi Arabika Sumatera Lintong Direncanakan Terbit Januari 2018

IG

 

JAKARTA, BatakIndonesia.com — Masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, yang tinggal di Jabodetabek menyambut gembira atas pengumuman Berita Resmi Indikasi Geografis Seri-A No. 07/IG/X/A/2017 oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI yang diajukan Masyarakat Pemerhati Kopi Arabika Sumatera Lintong (Maspekal). Acara dilaksanakan Rabu (1/11/2017) di Park Hotel Cawang Jakarta.

Permohonan ke Direktorat Merek Ditjen Kekayaan Intelektual, Maspekal mengajukan upaya perlindungan indikasi geografis atas Kopi Arabika Sumatera Lintong dengan nomor agenda IG.00.2017.000007.

Permohonan tersebut sedang dalam proses pengumuman ke publik pada 3 Oktober—3 Desember 2017. Pengumuman dalam Berita Resmi Indikasi Geografis Seri-A No. 07/IG/X/A/2017 itu berlangsung selama 2 bulan sesuai ketentuan yang berlaku. Pada Januari 2018, Maspekal berharap sudah dapat Sertipikat IG.

Kopi Arabika sering disebut kopi Arab oleh masyarakat sekitar. Kopi jenis ini tumbuh pada ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Tumbuh dan menghasilkan kopi dengan kualitas yang sangat baik di wilayah yang saat ini termasuk dalam 6 kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan, yaitu: Kecamatan Paranginan, Lintongnihuta, Doloksanggul, Pollung, Onanganjang dan Sijamapolang.

Pada waktu pertemuan, Bapak Idris dari Kementerian memaparkan bahwa kualitas kopi arabika yang sangat baik dipengaruhi oleh kondisi yang berkaitan dengan letusan Gunung Toba sekitar 73.000 tahun lalu. Selain itu, didukung pula ketinggian wilayah tanam yang berkisar 1.000-1.500 mdpl dan budaya masyarakat setempat yang sudah sangat kental terkait dengan tanaman dan produk kopi.

Kopi arabika Sumatera Lintong merupakan kopi spesial dengan citarasa terbaik (excellent) yang memiliki aroma floral, spicy, caramelly, lemony, herba dan earthy yang sangat menarik. Zaman sebelum kemerdekaan, kopi Lintong ini sudah dikenal di Eropa yang biasa disebut dengan kopi van Lintong.

Varietas tanaman kopi yang digunakan adalah varietas Sigararutang, Lini S 795, USDA 762, serta beberapa varietas unggul lokal seperti Sigagarutang, Lasuna, Garunggang.

Tujuan sertifikasi IG adalah untuk mendapat pengakuan soal keaslian asal-usul produk, sehingga terhindar dari pemalsuan dan namanya terlindung sebagai merek kolektif atau milik komunal masyarakat setempat. Hak yang diberikan kepada Maspekal adalah hak komunal yang biasa disebut IG. Berbeda dengan hak perorangan atau perusahaan. Jadi tidak ada masalah dengan hak yang telah diberikan lebih dahulu kepada perseorangan atau perusahaan. Maspekal dan pihak lainnya menjadi mitra pengusaha kopi yang ada selama ini. Dengan demikian, masyarakat setempat terlindungi dengan sertipikat IG tersebut.

Pada pertemuan tersebut hadir Ir. Timbul Sinaga, MM dari Kementerian Hukum dan HAM RI, Sahat Silaban anggota DPR RI, Pasti B. Sinaga dari Parlilitan, Edwar Batubara dan Hermanto Manullang dari Doloksanggul. Tidak ketinggalan perwakilan dari Lintongnihuta, Charles Lumbantoruan, Djalan Sihombing, Tom Tiller Sihombing, Rosmery Nababan, Janfri Manamad S, Goklas Nababan dari Nagasaribu (dulu pernah Ketua Umum GMKI), mewakili PMKL ikut juga Herman Simamora dan Weslin Sijabat, dll. Yang berasal dari Paranginan Ary. K. Siregar.

Dari Pengurus Maspekal sendiri diwakili St. Mula Sihombing dan didampingi Jara Trisepto Sihombing (Camat Kecamatan Lintongnihuta) dan Nelson Tambunan (Kepala SMA 2 Plus Lintongnihuta). (DS)

BACA JUGA:   Dua Homestay di Desa Sigapiton Jadi Percontohan

Batak Indonesia (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G+ (0)