Ukiran-ukiran Seni Orang Batak Berbasis Kayu

JAKARTA,BatakIndonesia.com — Seni pahat-memahat yang berbasis kayu masih langka di kalangan Batak di Bonapasogit. Sementara kebutuhan akan ukiran itu sangat mendesak, apabila juga kita kaitkan dengan perkembangan Pariwisata di Kawasan Danau Toba dan Bonapasogit.

Adapun daerah yang berpotensi untuk merealisasikan program ini adalah Dewan Pengurus Cabang Humbang Hansundutan, Sumatra Utara oleh karena ESDM yang memiliki pengetahuan dan keahlian ini berada di Humbahas, yaitu: Marben Simbolon.

Marben Simbolon adalah binaan FBBI Humbahas, di bawah pimpinan Jery Lumbangaol. Menurut Jery “FBBI akan ambil bagian dalam Vestival Copy Nusantara, Tahun 2017 di Sipincur Pasa tanggal 2-3 Desember 2017”.  Adapun yang hendak dipromosikan melalui stand FBBI adalah ukiran yang disesuaikan dengan tema utama tentang Kopi. Misalnya Nampan Kecil, Jam, Gantungan Kunci, rak buku, semuanya berbahan kayu Kopi. Tentu ini akan menambah wawasan kita tentang manfaat ganda dari kopi yang dikenal sepanjang pemanfaatannya dari biji untuk diminum saja.

Beberapa komentar tentang rencana kebangkitan Ukiran ini datang dari Ketua YPDT, Maruap Siahaan, merasa optimis gagasan ini akan mendapat sambutan dari konsumen nanti. “Saya kenal dengan Marben Simbolon, dan beliau adalah aset orang Batak yang jarang ditemui saat ini,” ujar Maruap. Oleh karena itu, ide FBBI untuk menjadikan ukiran dengan pernik Batak sebagai penanda, akan disambut baik serta untuk meluaskan budaya Batak melalui sarana Ukiran Kayu.

Lain lagi dengan komentar ibu Deacy Lumbanraja, Kabid Pemberdayaan FBBI mengatakan ” Ukiran Batak jadi Souvenir, sejak SMA saya sudah mulai belajar membuat miniatur Ruma Batak, dijadikan souvernir, banyak peminatnya orang “bule”, dan tahun 1980an saya belajar lagi manggorga dan seorang pengrajin/ahli gorga Batak, akhir nya kami sepakat bikin gorga Batak, diukir di kayu sepanjang 4 meter, 3 keping, dan 2,5 meter, 4 keping.

Luar biasa beliau membawa 3 orang panggorga dari Tomok ke Jakarta, di garasi rumah kami kerjakan sambil memperhatikan cara manggorga. Akhirnya saya ikut belajar, banyak hal yang saya dapat termasuk makna dari ukiran/gorga tersebut. Di situ saya baru tahu kalau aslinya ukiran Batak itu tidak putus-putus. Akan tetapi bila diikuti alurnya merupakan satu garis lengkung yang berkesinambungan, luar biasa.

Sebagai boru Batak saya berharap souvenir-souvenir itu, walaupun dimodifikasi dalam bentuk barang-barang agar tidak lari dari pakemnya, karena sekarang ada beberapa “souvenir Batak” tetapi lebih ke Pulau Jawa atau Pulau Bali.

Mari FBBI menjadi pemerhati atau mengadakan pelatihan sesuai pakemnya gorga Batak yang bisa dijadikan souvenir dari bahan limbah. Pendapat ini mohon disempurnakan oleh para ahlinya. Kalau ada yang kurang berkenan mohon dimaafkan. Beliau yang mengajarkan Gorga/ukiran Batak adalah Alm. Amang Sidabukke, yang di akhir hayatnya sebagai penginjil. Terima kasih.

Akhirnya, sebagai Ketua Umum FBBI, saya menaruh harapan agar sektor ukiran ini menjadi awal yang baik untuk memperkaya khasanah budaya kita, Bangso Batak. Segmen pasarnya terbuka lebar, apabila dikaitkan dengan potensi pembeli dari Wisatawan dalam dan luar negeri sebagai farward efect dari kebijakan Presiden Jokowi dalam mengintrodusir Kawasan Danau toba sebagai salah satu dari 10 Destinasi utama di Indonesia.

Apabila keahlian ini mempunyai potensi, maka ibarat pepatah “ada gula ada semut”. Jika permintaan besar maka kemauan untuk bekerja di bidang seni ukir akan tumbuh belakangan. Pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya melalui pembuatan  variatif usaha para petani kita, mengembangkan usahanya di bidang lain selain pertanian. Sumber pendapatannya tentu akan bertambah, sementara semua Hotel, Rumah tinggal (Home industri), begitu juga pasar, toko, cafe, bahkan Gereja pun menjadi sarana untuk menjual hasilnya kelak kemudian hari. (DS)

 

BACA JUGA:   Urbanisasi dan Kedaulatan Pangan

Jakarta, 16 November 2017.

 

Ditulis oleh Ronsen LM Pasaribu/Ketum FBBI.

 

Batak Indonesia (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook (0)

G+ (0)